Tuesday, April 28, 2009

After all... Resigning...5 stuff that I love

Yupiya..

Today is not my last day working in this company.. this is just my last 3days. wehueheuhe.. Because in the last days maybe I'm to busy to "cipikacipiki" or tearing my eyes, hiks hiks.. goodbye my friends.. goodbye my laptop... goodbye my office.. I'm gonna miss you..

Well, this writing is not about 'why I decided to move' because it's all have been done in the exit interview with my HRD (thanks Bu Memi..) but beside all of the joy for this time, I also have some beautiful memories working in this company. Not in detail, but there are parts of the work which I used to deal with, and used to be fun with, and... it's all the work's stuff!

Ets, don't worry, No.. I'm not going to describe the boring job description.. hehe.. this is a blogger, not a resume..

====

Ok, let's start!

(1) Yuhu... That's my bf's earphone.. hihi not mine. But it's a very usefull stuff especially when you have to be located in remote area, no friend, when the clients ignore you.. when the situation go bad..
Just singing the song and get fun with the work!
"La la la li li li.. senangnya rasa hati"


(2) The most attached stuff which I have to bring anywhere, it's my beloved notebook.
We are nothing without it..

I'm gonna miss it..
hummpffff...
* ups.. my desk is misserable yak? * =D


(3) it's my flash disc. I frequently get problem with the USB because it's always use hand by hand among the team, among the clients, and easy to get broken or loss. and again.. it's my bf's hihihihihi (mine have been broken and loss)




(4) Number 4 is... Aiyaaa that's my beloved calculator!! It's special because the size is not too big, not too small, and very helpful because the screen can be standed, and it's not expensive... you can find it in any store everywhere (ups.. advertisement attached.. hehehe)






(5) THE PEN CASE!! yep yep.. we have to use oftenly red bolpoint, tixin to cover the binded documents.. Also I bring a scissor, selotip, pencil, eraser, stepler, binder clips, stabilo, post-it, etc.

Without it, I feel un-complete.. huks..
(LEBAY!! hihihihhi)

and then .......................................

(6) What is number six.. humm.. hey... No six...
The title of this blogger is 5 stuff that I love... But maybe I want to attached the last picture of mine... crazy things to do to refresh our mind in work, without any supervision,



HumMM wiiiiiiiiyyy!!!

Deloitte.. once again..
I'm gonna miss you after all..




Friday, December 26, 2008

Aiya ya yaaaaa

Whiihihi... scream first, and then sigh, and then write =)
Yep! this is the 1st day of my magabu-ing time in office after my last post in blogger, and you can not imagine, how much I MISS THIS TIME!

You could call me a "work coruptor of time", because I enjoy my magabu'ing time to do sumthin else like reading articles, writing this kinda blog, going to the shopping center, or else. Well, I also admit that if you are in this condition for a very long time, you will feel very bored, but it will be like a diamond, or a water in a dessert if you could steal a lil time in your peak season hours

And I yell again..

AIYAAAYA YAAAAA

And this day is precious because this magabu'ing time only a lil day, before I go again to the client, pressed by work, shouted by client, watching by my manager. Pfuyy.. thanks God you still gimme this precious thing...

AIYAAAYA YAAAAA

Actually I have new blog, hmm... a secret one, coz I feel like I need sorta privacy these days, to share my mind about this work world, a thoughtful one. I hope that I can pick a learning for each of my working experience. To gain my ability, improve my wisdom, and like my bf said..

IT'S A SKILL INVESTMENT!

Aiyaa ya yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Monday, October 13, 2008

Laskar "Bunga Seroja" Pelangi

Picture above is one of the saddest moment when Ikal try to chase Lintang his best friend, the one who give him best spirit to keep studying and learning

Mari menyusun seroja.... bunga seroja....(aaa..aa)
Hiasan sanggul remaja..... putri remaja
Rupa yang elok dimanja.... jangan dimanja..... (aaa..aa)
Pujalah ia oh saja.... sekedar saja
Mengapa kau bermenung oh adek berhati bingung....
Mengapa kau bermenung oh adek berhati bingung....
Janganlah engkau percaya dengan asmara....
Janganlah engkau percaya dengan asmara....
Sekarang bukan bermenung dalam termenung
Sekarang bukan bermenung dalam termenung
Mari bersama oh adek memetik bunga..
Mari bersama oh adek memetik bunga..

CITA-CITAKU {bukan} JADI GURU

-- sebuah ‘awakening mind dari film “LASKAR PELANGI” --

Dulu waktu kecil aku ingat guruku di kelas akan bertanya tentang cita-cita kami murid-muridnya, dan aku tanpa pikir panjang menjawab jadi arsitek, kemudian sebulan kemudian berganti cita-cita jadi desainer, trus bulan depannya ganti lagi... Hehe.. plinplan amat yak. Trus teman-temanku biasanya ingin jadi dokter, insinyur, pilot, astronot, etc. Familiar job lah.. Aku juga ingat bagaimana guruku akan memotivasi kami supaya besok kalo udah gede jadi orang sukses. Amin!

Tapi cita-cita jadi ‘guru’ kok sepertinya gak pernah terucap ya? At least menginjak SMP, SMA, saat seorang anak mulai melihat kesederhana’an guru-gurunya dan lalu potret seorang guru itu pun jauh dari citra ‘sukses’. Aku bahkan masih ingat ada salah satu guruku yg melarang kami utk jadi guru. Wew.. kok gitu amat yak? But that’s the fact that sometimes.. even our teachers are regret that he or she is a teacher! Is that a common phenomenon that we are taught by teachers that desperate to teach us?

Kenapa ngomongin guru sih?

Kemaren aku baru aja nonton Laskar Pelangi. Hehe.. rada basi ya secara tu film uda lama banget di bioskop Jakarta. Ceritanya familiar karena diangkat dr novel terkenal dengan judul yg sama by Andrea Hirata. Kalo tentang tetralogi bukunya, denger2 sih overal tentang semi biografi pengarangnya, nyeritain dr kecil dia di Belitong sana, sampe gede, sukses n dapet beasiswa ke Paris.

Kalo film Laskar Pelangi ini, temanya pendidikan anak desa dimana salah satunya si Andrea Hirata kecil. Film bertema serupa sebelumnya pernah diangkat tapi dari bagian Papua. Pernah denger Denias-Senandung di Atas Awan* kan?

Film Laskar Pelangi ini bagus menurutku. Well.. ini pendapat seorang manusia Indonesia yang belum baca bukunya (dan habis ini kayaknya perlu banget nih baca..). Kasting pemainnya lumayan oke dan aku menimati keseluruhan akting anak2 kecil itu. Keren! Aku bilang keren karena film ini ‘kena’ banget buat bikin terenyuh tentang nasib anak2 miskin Indonesia yang gak bisa menikmati pendidikan dengan layak. Coba deh film ginian lebih banyak lagi di Indonesia, at least bangsa ini bisa lebih banyak mikir tentang nasib anak-anak di dalam negeri, gak melulu nonton film-film action luar negeri. Film indonesia meskipun kata orang-orang kualitasnya ga bisa sehebat film amerika, but film-film semacam Laskar Pelangi inilah yang bisa lebih mudah menginspirasi dan menyadarkan kita daripada film luar karena kenyataan2 yg ditampilkan itu ada di sekitar kita. Ketidakberdayaan bangsa ini dekat dan kita saksikan setiap hari, tapi tanpa membuat kita 'merasa ada yang salah'.

Kenyataan yang terjadi sekarang, film-film Indonesia malah pada ngangkat tema horor dan alasan produsernya bahwa itu film yang bisa menyedot banyak penonton. Aduuuh..itu tontonan mendidik apa engga coba???

Eits.. Tulisan ini bukan mo bikin resensi film Laskar Pelangi. Kemarin waktu abis nonton film itu tiba2 berasa banyak uneg2 berkeliweran. I call this ‘awakening mind’. Beberapa point yang jadi pembelajaran buatku bahwa setiap manusia bertanggungjawab atas hidupnya masing-masing. Mereka yang pemalas jangan harap jadi orang sukses (kecuali faktor ‘x’, alias beruntung kali yee). Ada salah satu tokoh di film itu namanya “Lintang”. Diceritakan ni anak nelayan jenius bener, menghitungnya cepet, hapalannya kuat, rajin belajar n pengetahuannya luas. Dia pun akhirnya harus bertanggungjawab akan kehidupannya, keluar dari sekolah (SD Muhammadiyah) karena mendadak ia dan adik2nya jadi yatim piatu dan dia yg masih kelas 5 SD harus kerja ngehidupin keluarganya. Miris rasanya liat fenomena itu.. potensi seorang anak yang tersia-sia, akhirnya terpaksa putus sekolah dan cuma jadi nelayan.

Ikal (as known as Andrea Hirata kecil) adalah contoh yang beruntung. Aku gak tau cerita detailnya karena belum baca bukunya yg lengkap, tapi pada akhirnya Ikal dapet beasiswa melanjutkan sekolahnya ke Perancis, alhamdulillah.. Trus bagaimana dengan Lintang? Ironis sekali aku melihat penggambaran tokoh Lintang yang harus berusaha lebih keras dari teman2nya utk mencapai sekolah karena rumahnya paling jauh (di pinggir pantai) dan harus nunggu buaya pergi dulu dari jalan yang dilaluinya ke sekolah. Mataku berkaca-kaca tiap kali menyaksikan Lintang yang sepulang sekolah mengurusi ke3 adik-adiknya yang masih kecil (ibunya sudah tiada) sambil menunggu bapaknya pulang melaut, tapi tetap rajin belajar dan banyak baca koran untuk memperluas wawasannya. Wow!

Aku hanya mengandai-andai jika Lintang kecil itu akhirnya dapat beasiswa sekolah hingga tinggi dan adik-adiknya itu ada yang menanggung, mungkin dia bisa jadi the next BJ. Habibie, mengharumkan nama bangsa atau memajukan teknologi negeri ini dan membuka lapangan pekerjaan baru. Who knows??

Tapi bagaimanapun Lintang adalah contoh anak jenius yang sadar pentingnya pendidikan. Ini didapatnya dari Ayahnya yang entah dapat kesadaran dari mana, menanamkan motivasi belajar dan jadi orang sukses pada Lintang kecil. Tapi coba dihitung berapa banyak orang tua miskin macam ayah Lintang yang ingin anaknya sekolah jauh-jauh seperti ini? Seberapa tinggi kah kesadaran akan pendidikan bagi orang-orang desa yang miskin akses informasi? Kenyataannya, anak-anak miskin ini bahkan tak ingin sekolah dan akhirnya disuruh bekerja membantu ayah ibunya.

Anak-anak ini, baik yang secara intelektual pintar ataupun biasa-biasa, belum tau apa itu sukses. Mereka mana tau bahwa belajar itu pangkal pandai atau sukses. Lingkungan lah yang akhirnya membentuk semangat mereka untuk maju dan mencapai cita-citanya. Orang tua adalah yang utama membentuk kedisplinan mereka di rumah. Peranan guru juga gak kalah penting dalam membentuk motivasi anak-anak. Pintar saja tidak cukup! Mereka harus punya emotional quotience (EQ) untuk tetap rajin belajar dan gak berputus asa meraih keberhasilan hingga dewasa. Dan nasib anak-anak miskin ini, siapa yang akan menanamkan motivasi belajarnya? Siapa yang akan terus menyekolahkan mereka?

Kalau memang benar Laskar Pelangi itu kisah nyata.. Maka indah sekali kebahagiaan 10 anak-anak itu bisa sekolah SD, dapat guru cantik yang baik, menang lomba cerdas cermat.. Subhanallah..Sungguh menyenangkan kenangan Lintang akan piagam kemenangan lomba yang dipajangnya di rumah.. Atau piala lomba karnaval yang menghiasi lemari sekolah.. Aku juga terharu saat Pakcik (a.k.a kepala sekolah SD tersebut) berkata pada temannya, “Inilah salah satu sekolah yang akan mengajarkan pada anak-anak miskin itu akan pentingnya ahklak dan budi pekerti, sehingga kesuksesan tak melulu dari materi, tapi menggunakan pendekatan hati

Terus gimana? Setelah dibukakan kenyataan melalui film itu, lalu apa yang akan kita lakukan? Mau tunggu negara memperbaiki taraf pendidikan di Indonesia? Mau tunggu pemerintah meningkatan kesejahteraan guru sehingga mereka bisa lebih berdedikasi dalam mengajar generasi muda?
MIMPI SAJA!

Sebelum mengharap yang terlalu berlebihan, mungkin lebih baik tunggu dulu para wakil rakyat itu tak hanya tidur saat rapat di DPR.. atau tunggu dulu para penyalur bantuan dana itu berhenti korupsi memangkas sumbangan pendidikan untuk kepentingannya sendiri.

Setiap manusia bertanggungjawab atas kehidupannya masing-masing. Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin tinggi kemampuannya untuk survive, semakin banyak pilihannya untuk berkelit di masa sulit. Lebih baik memberi kail daripada memberi ikannya. Pendidikan akan lebih bermanfaat bagi seorang anak untuk kelak bertanggungjawab atas kehidupannya.

Terus, kenapa aku tak jadi guru saja?

Ada salah satu adegan dalam Laskar Pelangi dimana teman-teman dan Bu Guru Muslimah itu tak berdaya melepas kepergian Lintang yang terpaksa harus mengakhiri sekolahnya. Ikal hanya bisa berlari dan menangis. Semua hanya bisa bersedih.. Hal ini menggambarkan ketidakberdayaan orang-orang miskin dan ketidakberdayaan Bu Guru itu mempertahankan murid jeniusnya itu. Kenapa? Karena untuk membiayai hidupnya sendiri saja mereka kewalahan, bagaimana bisa membantu seorang Lintang dan adik-adiknya?

Aku memilih tak jadi guru karena memang aku melihat potret guru-guruku dulu yang berpayah-payah mengajar dengan mengandalkan gaji yang tak seberapa. Mereka harus cukup puas hanya dengan titel “pahlawan tanpa tanda jasa”. Sungguh mereka itu pahlawan. Sampai dengan detik ini, aku bahkan belum habis mensyukuri jasa mereka yang telah membentuk pendidikanku.
Aku memilih tak jadi guru, karena aku harus sukses dan pencitraan guru semasa ku kecil, jauh dari kesan itu. Lagipula, tak bisa semua orang bisa jadi guru. Dibutuhkan bakat dan kesabaran untuk menghadapi anak-anak yang beragam sifat dan kemampuannya. Dan guru-guru haruslah orang-orang berkualitas untuk mendidik anak-anak yang sukses. Bu Mus adalah contoh seorang wanita sabar yang berdedikasi tinggi mensukseskan muridnya, jeli melihat potensi masing-masing anak dan mengembangkannya dengan tepat. Apakah aku bisa menjadi guru yang seperti itu?

Mau mengubah dunia tak kan bisa begitu instan. Mungkin akan lebih baik bila dimulai dari masing-masing individu. Sekarang pun aku hanya manusia biasa di awal karirnya yang sedang berusaha untuk rajin bekerja. Cita-citaku kini tak lagi sesimple dulu, ingin atau tidak ingin jadi guru. Cita-citaku kini ingin sukses setinggi-tingginya untuk kemudian bisa menyisihkan sebagian kekayaanku untuk membantu anak-anak pintar macam Lintang agar bisa terus sekolah secara berkelanjutan. Boleh jadi bila rejekiku memang ada, ingin rasanya membentuk sekolah dan meng'hire guru –guru yang berkualitas dengan gaji yang sangat pantas agar mereka bisa mendidik anak-anak pintar miskin itu dengan lebih bersemangat.

But that’s still beyond my capabillity. In my previous conversation with my bf, we even have ever talked about our retirement planning. Kita mau tinggal di rumah lalu bikin semacam les untuk anak-anak supaya mereka terbantu belajarnya di sekolah.. Atau bikin berbagai kursus keterampilan supaya anak-anak miskin itu punya bekal dalam melanjutkan penghidupannya kelak. Setiap manusia memang bertanggungjawab atas kehidupannya masing-masing, tapi membentuk manusia bertanggungjawab itu seharusnya dimulai sejak kecil.

Tulisan ini hanya sekelibat ‘awakening mind’ dari film yang sangat terbatas durasinya. Mungkin akan timbul awakening2 lanjutan setelah aku baca novelnya nanti, atau setidaknya harapan ‘awakening mind’ untuk khalayak luas yang menonton film tersebut, agar tak hanya duduk termangu dan sedih, tapi berbuat sesuatu!

Sesuatu yang seiklhasnya, sesuai dengan kemampuan diri sendiri tapi cukup berharga menyelamatkan seorang lintang atau beberapa lintang yang lain.

===========
Footnote:
*) Film Denias, cek the site on: http://www.deniasmovie.com/news07.html

Saturday, September 20, 2008

Stick With You

I don't wanna go another day...So I'm telling you exactly what is on my mind
Seems like everybody is breaking up, throwing their love away.. But I know I got a good thing right here, that's why I say

Nobody gonna love me better... I must stick with you forever.
Nobody gonna take me higher... I must stick with you.
You know how to appreciate me.. I must stick with you, my baby.
Nobody ever made me feel this way... I must stick with you.

I don't wanna go another day.... So I'm telling you exactly what is on my mind
See the way we ride, in our privated lives, ain't nobody getting in between
I want you to know that you're the only one for me

And now... ain't nothing else I can need
And now... I'm singing 'cause you're so, so into me
I got you... We'll be making love endlessly
I'm with you
Baby, you're with me

So don't you worry about people hanging around
They ain't bringing us down
I know you and you know me and that's all that counts
So don't you worry about people hanging around
They ain't bringing us down
I know you and you know me and that's why I say

Nobody gonna love me better... I must stick with you forever.
Nobody gonna take me higher... I must stick with you.
You know how to appreciate me.. I must stick with you, my baby.
Nobody ever made me feel this way... I must stick with you

Thursday, September 18, 2008

Pilih CINTA atau MATEMATIKA

Whihaa!! Ayo bicara cinta.

Hari ini sudah ½ working hours kuhabiskan hunting n browsing di internet, demi utk menghasilkan sebuah tulisan ini (demi kamu Yank..) Bicara cinta itu seperti membicarakan suatu makanan enak. Iya enak karena kamu memakannya dalam porsi yang tepat, kalo sudah terlalu banyak jadi eneg. Iya enak sekarang.. tapi nanti akan ada kisah2 makanan enak yg dimakan kemudian sehingga kita jadi termalu sendiri dengan kebanggaan si makanan enak yang sekarang. Iya enak, tapi bicara makanan di tempat umum jadi kembali pada definisi masing2 orang ttg ‘taste’ utk menilai suatu makanan cocok ato enggak dengan lidahnya.

1st key words I type in google is: boyfriend story. Ternyata hasilnya cuma blog2 luar negeri yang notabene ABG lagi ngomongin aktivitas sehari2nya dengan sang pacar. Mission failed..

2nd key words I type : kisah dengan pacar. Wew.. makin serem.. isinya web2 jorok n porno, cerita2 ML dengan pacar, dll (blum sampe aku buka sih.. ngliat kata2 kuncinya di google aja dah kliatan itu web ga ada yg bener.. buka gituan di kantor cari mati juga lah)

3rd key words I type: pacarku sayang. Humm.. mulai muncul beberapa blog yang mengisahkan tentang masing2 pacar. Kalo cuman aktivitas biasa2 mah ga ada yg terlalu istimewa dari ceritanya. I need something… MORE! Trus akhirnya nemuin situs blog yg romance abis.. gw ampe bingung ini kok ya bener2 romance?? Masih gak jelas jenis kelamin si penulis cowo pa cewe.. klo cewe wajarr… klo cowo agak kterlaluan romantisnya… trus liat link2nya disitu, mulailah blogwalking.. Wee… blog tmn2nya jg romance2 smua.. ada cerita dia putus dari ceweknya.. masih penasaran sih brarti empunya bloggernya cowok yah? Gile ni cowo melow abis yah? sampe akhirnya DHUWEERR.. Aku baru nyadar bahwa yang nulis itu CEWEK JUGA?? Whadehel??? Jd drtd aku baca blog-blognya lesbian? Arrgghhh…..

4th key words (uda agak2 desperate ga nemuin ilham nih Yank.. itu dah panjang banget googlingnya…hiks)
I type: cerita cinta bijaksana. Pfuh.. I hope I can find something.. Tapi mungkin karena agak empet dengan romantisme yang barusan kutemukan, aku memilih cerita lain yg lebih logis..

And I found this.. taken from Galang Lufityanto (source: http://www.galang.biz/)

Dalam operasi matematika, cinta itu adalah hubungan perkalian. Ahli-ahli kimia bilang cinta itu adalah katalisator. Dengan satu ucapan yang menghibur dari orang yang kita cintai, hati kita bisa melambung hingga ke negeri antah-berantah. Tetapi satu bentuk kekecewaan yang dilakukan oleh orang yang kita cintai pada kita, duh sakitnya pasti akan membekas sampai lama. Kita bisa jadi sangat terhibur karena cinta, namun sebaliknya bisa juga menjadi sangat tersakiti oleh cinta. Aku beberapa kali menemui orang-orang yang mengalami trauma dalam cinta dan berjanji tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Menyedihkan sekali, bukan? Aku hanya bisa mengatakan, tanpa cinta pun hidup kita sudah membingungkan. Ini juga didukung oleh Hukum Termodinamika II, yang berbunyi entropi selalu positif, yang artinya : alam termasuk manusia akan cenderung menuju ke arah ketidakaturan. So, sebenarnya tidak ada masalah dalam hidup, asalkan kita bisa mengendalikannya. Cinta nggak pernah bersalah kok! Baik-buruknya kualitas cinta itu tergantung pada kita, gimana cara kita menjalaninya. Pengalaman dan kegagalan yang dulu kan bisa menjadi cermin bagi kita agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Bagaimanapun juga, yang memisahkan antara kegagalan dan kesuksesan adalah usaha. Yah, tapi kita memang harus memulainya. Dan untuk itu modalnya cuma satu. Nyali. Nah, apakah kamu punya?
==>1 hal yang pasti, I like mathematic so much! Dari kecil, kayak berasa jd orang paling aneh se sekolahan krn klo dipooling matapelajaran yg kusukai ini justru menempati posisi terbawah alias paling tidak disukai oleh orang2. Hubungannya ama cinta apa’an nih? Auk deh.. I love mathematics because it’s interesting, memompa adrenalinku utk memecahkan soal2nya.. kadang2 membuat pusing kepala dengan berbagai perkalian atau pertambahan congak mencongak.. but in the end, it will always be sweet. And it’s as sweet as your smile when we laugh together..

Hasilnya, aku semakin memahami cinta. Cinta bagiku itu ibarat vitamin C. (kayaknya pernah denger Yank? ehehe...)Bikin semangat dan memandang hidup jauh lebih baik. Cinta melahirkan sentuhan emosi yang bertingkat-tingkat pada simbol-simbol tertentu (contoh: bunga, warna pink, dll) –sesuatu yang dulu tidak kupahami. Ada perubahan dalam bagaimana cara memandang sesuatu hal dan juga bagaimana cara menimbulkan kesan dari ragam pilihan bahasa yang dipilih. Secara otomatis, dengan cinta, aku merasa bahwa hidupku menjadi makin kaya dan semakin bersemangat untuk menulis lebih banyak hal lagi. Bener deh kata Mas Guruh Soekarno Putra : Mahadaya Cinta!! Rugi kalau nggak pernah jatuh cinta!
==> Yups rugi! Sama ruginya kalo aku gak ktmu kamu.. Jadi apa perlu ditanyakan seberapa beruntungnya aku saat ini? Honey.. I’m so lucky to have you by my side.. I only wait and pray till the time is right for us to be the most luckiest couple, the complete one.

Bisa jadi hingga akhir orang tidak akan pernah tahu misteri cinta. Mungkin pada saat rumus-rumus matematika telah terungkap semuanya, cinta masih berenang-renang dengan anggunnya di area ketidaktahuan dalam pikiran manusia dan orang-orang masih ramai membicarakannya. Namun mungkin itu lebih baik. Karena orang-orang akan selalu penasaran, bertanya, mencari, dan merasakan cinta. Cinta memang mungkin selamanya nggak akan lebih gampang daripada matematika. Tetapi bila kita bisa memperlakukan dengan bijaksana, cinta pasti akan jauh lebih menyenangkan ketimbang matematika. Kamu sepakat?
==> Deal.. deal.. deal.. 1 quote lagi nih Yank… cocok utk cinta.. tak perlu terlalu banyak kalkulasi seperti matematika.. sehingga ia akan lebih indah.

Taken from Leni Wongso (source: http://www.andriewongso.com/)

Selisih paham di dalam kehidupan rumah tangga adalah hal yang biasa. Perbedaan latar belakang, kedewasaan kepribadian, sikap mau menang sendiri dan komunikasi yang kurang terbuka diantara pasangan, biasanya sebagai penyebab perselisihan. Lebih dari itu, entah kapan dan kenapa, cinta menjadi penuh kalkulasi. Si istri merasa, aku kan sudah melakukan “blablabla” , maka kamu “seharusnya” melakukan “blablabla”. Begitu juga dengan si suami. Jika aku sudah melakukan “begini”, kamu harus “begitu” dst. Jika cinta kalkulasi seperti itu, kemana akan di bawa pernikahan ini? Lebih-lebih jika ada ekspektasi/harapan terhadap pasangan kita dan kenyataan tidak sesuai dengan harapan, pasti akan menimbulkan perasaan kecewa, jengkel, marah, benci dan kemudian pertengkaran berkelanjutan di kemudian hari.
Lalu, bagaimana cinta bisa dipertahankan untuk waktu yang lama? Usaha itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri! Yakni : senantiasa berusaha melakukan segala sesuatu dengan tulus dan ikhlas! (jangan merasa rugi bila sudah melakukan suatu kebaikan). Jika cinta didasari dengan keinginan yang ikhlas untuk memberi kepada pasangan kita, niscaya rumah tangga kita akan awet hingga “maut memisahkan kita”.
Semoga melalui perjalanan waktu, dengan belajar terus menerus, kita bisa menjadi manusia yang ikhlas demi kebahagiaan keluarga kita sendiri


Aha aha aha… the last part always tear me off… . Mungkin juga cara aku googling berbagai keyword tadi sesungguhnya sebuah petunjuk, ilham yang kita cari-cari selama ini.

Seiring waktu kita akan belajar menjadi lebih dan lebih baik.. belajar menjadi manusia2 iklas yang mencinta dengan..... bijaksana.



Ps. I love you…

Tuesday, September 09, 2008

Do U Hate Auditors?

Before I start this post, I will give you a brief definitions bout "Auditor". I assume that not everybody knows bout this job (compare with "doctor" or "teacher"). This is taken from wikipedia.




===========
Auditor adalah seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi.
Auditor dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

- Auditor Pemerintah adalah auditor yang bertugas melakukan audit atas keuangan pada instansi-instansi pemerintah.
- Auditor Intern merupakan auditor yang bekerja pada suatu perusahaan dan oleh karenanya berstatus sebagai pegawai pada perusahaan tersebut. Tugas utamanya ditujukan untuk membantu manajemen perusahaan tempat dimana ia bekerja.
- Auditor Independen atau Akuntan Publik adalah melakukan fungsi pengauditan atas
laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan. Pengauditan ini dilakukan pada perusahaan terbuka, yaitu perusahaan yang go public, perusahaan-perusahaan besar dan juga perusahaan kecil serta organisasi-organisasi yang tidak bertujuan mencari laba. Praktik akuntan publik harus dilakukan melalui suatu Kantor Akuntan Publik (KAP).
===================

Well, believe it or not, our profession is one of the most 'annoying' one. When people are being investigated by police, they tend to be scared. But when people are being examined by auditors, will they be scared or even... intimidating? Auditor is STRESSED OUT!

Here... I'm not trying to tell a story bout my experiences of being an auditor because I feel that mine is too common. I need a lotta more assignments to give some interesting story, I need a lotta more wisdom which I dont have it enough. I just will write some advises and guidelines for me that I've just read. And for you all, to understand what auditors do, hopefully to make you a lil bit nicer to us.


1) Make friends, not enemies.
Auditor eksternal adalah profesi yang memungkinkan loe kenal dengan banyak orang baru di berbagai lingkungan baru. Rugi banget kalo kesempatan itu ga dimanfaatin untuk menambah teman. Bersikap profesional bukan berarti melupakan bahwa loe manusia dan auditee juga manusia, dan dengan kaku membatasi kontak dalam kerangka kerjaan. Dalam banyak kasus gue menemukan justru keluwesan kita dalam berinteraksi memberi banyak kemudahan dalam menyelesaikan tugas. Usaha-usaha remeh tapi tulus yang menunjukkan kita melihat orang itu sebagai pribadi yang utuh, pada gilirannya akan membuka banyak pintu.
==> I find many auditors in right and left extreme. In left extreme, they become so nerd, sharp, mean. In right extreme, they become very talkative and sometimes 'manipulative'. Hoho.. whuteva.. we have to find an ice breaker to get closer to client, which is not easy.

2) Help the client fulfill their commitment.
Pekerjaan audit sangat tergantung pada bantuan klien. Baik itu berupa data-data yang harus disediakan atau waktu auditee untuk melayani pertanyaan dan konfirmasi kita. Penting untuk sejak awal meminta komitmen dari klien berupa jadwal tersedianya data. Nah, tugas kita adalah membantu klien menepati komitmen yang sudah dia buat. Pastikan bahwa kita harus paham betul dengan kesibukan dan agenda internal klien, lalu bantu klien untuk mengerti kebutuhan dan tujuan audit kita, dan jangan cuek dengan birokrasi dan sopan santun organisasi klien dengan menghindari kondisi-kondisi tidak enak dimana kita diberi suguhan aksi seorang atasan yang memarahi bawahannya karena lancang memberi data ke auditor.
Jangan pasif ketika mengunggu data. Sempatkan diri untuk memberi gentle reminder lewat email atau telepon. Jangan lupa menanyakan dengan penuh atensi apakah klien mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan kita.

==> The point is, you have to make your work done, with or without client's friendly support. How??? Be clear, explicit and use your strategy to make them help you. hoho..

3) Don’t corner, give some space.
Jangan melupakan fakta bahwa selain urusan dengan auditor, auditee kita juga harus menghadapi tekanan tugas kesehariannya yang kompleks, apalagi kalau pada saat bersamaan dia juga sedang dikejar deadline proyek internal yang mission critical.
==> Auditee is only a human.. Auditor is also human.. we need to understand them to make us being understood. Yea.. win-win solution laa..

4) Professional scepticism.
Ini mentalitas utama auditor yang ga boleh pernah ketinggalan. Jangan begitu mudah percaya dengan omongan klien atau termakan oleh asumsi2 yang gue buat sendiri. Rule of thumb-nya adalah no evidence, not done. Biasakan untuk selalu based on fact, fakta dan hanya faktalah yang punya tempat di laporan audit. Sedekat apapun hubungan dengan klien, indra curiga ini harus tetap jadi batas yang membedakan kita sebagai seorang profesional.
==> Wew.. this part is tough! Sometimes this make auditors sorta curious-annoying people which are difficult to be satisfied by simple answer without any proof. In the real life, this habbit sometimes is carried. Aarrghhh

5) If you strike, strike with respect.
Dalam banyak kesempatan sebagai auditor loe akan berjumpa dengan yang namanya finding (kesalahan). Terkadang kita dibuat bertanya-tanya apakah klien tidak menghitung risiko yang mungkin sehingga begitu abai dengan kontrol yang sangat penting ? Hal yang utama adalah, betapapun “gemes”nya kita melihat ketidakberesan di klien jangan sampai kita “menghukum” klien. Sampaikan temuan dengan bahasa yang konstruktif dan tidak men-judge. Pastikan untuk selalu mengkonfirmasi sebelum memasukan temuan ke dalam laporan. Jangan lupa juga mengingat rantai birokrasi di klien, setiap temuan harus diinformasikan dari level terbawah baru menuju ke atas.
==> Finding is embarassing for client. That's what auditors must be aware of. We want to solve the finding and client have to accept this. So, respect is a must!

6) What happen in audits, stay in audits.
Kalau soal yang ini pasti semua sudah mengerti. Sebagai auditor, pasti diberikan akses leluasa ke berbagai informasi yang sifatnya confidential. Kepercayaan klien tentu saja harus dijaga, jangan sampai reputasi pribadi dan firma ternoda dengan sebutan auditor ember.==> Frankly speaking, this is the most enjoyable moments when we are in field work. Looking at confidential data is very usefull to add valuable information. We're just not allowed to share it to others. That's all.



Be peace with auditors ya!!!!